Jakarta, Kompas – Minyak goreng bersubsidi bagi rakyat miskin mulai dibagikan serentak di lima wilayah DKI Jakarta, Selasa (25/3). Pembagian perdana minyak goreng bersubsidi dilaksanakan, antara lain, di Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur; Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat; dan Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

”Minyak goreng bersubsidi adalah kebijakan nasional. Seluruh DKI mendapat 3,6 juta liter dibagi untuk 267 kelurahan. Setiap warga, khususnya warga miskin, boleh membeli dua sampai lima liter dengan harga Rp 9.000 per liter,” kata Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Pusat Soekirno, Selasa.

Rencananya, pembagian minyak goreng bersubsidi dilakukan bergilir di setiap kelurahan, dua kali dalam sepekan, sejak akhir Maret hingga Agustus 2008. Setiap kelurahan mendapat pasokan sekitar 13.480 liter. Penjualan dimulai pukul 08.00 hingga tengah hari. Namun, ribuan orang tampak sudah mengantre sejak pukul 07.00.

Dengan dijaga oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan anggota kepolisian setempat, warga berbaris tertib. Warga kemudian menunjukkan kupon tersebut kepada petugas serta sejumlah uang sesuai jumlah kupon dan banyaknya minyak goreng yang dibeli. Ada warga yang membawa satu kupon, ada juga yang membawa belasan kupon.

”Kupon-kupon ini milik keluarga besar dan tetangga saya. Dikumpulkan, untuk menghemat ongkos angkot dan tenaga,” kata Sapri (38), warga Ciracas.

Lurah Ciracas Fauzan Ishak mengaku tidak tahu berapa jumlah warga Ciracas yang menerima minyak goreng subsidi itu. Alasannya, pembagian itu diatur oleh ketua RW dan RT, bukan lurah.

Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Timur Didi Marhadi mengatakan, setiap keluarga miskin hanya boleh menebus dua liter minyak. Jika minyak goreng yang dibagikan belum habis, akan dibagikan di tempat lain.

Kelurahan Gandaria Utara mendapat kupon untuk 13.480 keluarga yang tersebar di 15 RW, terdiri dari 7.423 keluarga.

”Dengan demikian, setiap keluarga bisa memperoleh lebih dari satu kupon. Ada yang mengembalikan karena merasa cukup mampu sehingga bisa diberikan kepada yang lebih berhak,” kata Lurah Gandaria Utara Arif Abidin Muchlis.

Warga Gandaria Utara masih banyak yang terbelit kesulitan ekonomi. Mereka umumnya bekerja di sektor informal, seperti buruh serabutan, sopir, satpam, tukang ojek, sampai pedagang keliling.

”Mudah-mudahan tidak sekali ini saja. Karena ini kan enggak bikin besok minyak goreng jadi lebih murah,” kaya Yuyum (54), warga RT 04 RW 01, Gandaria.

Arif mengaku miris melihat warganya harus mengantre minyak tanah dan bahan kebutuhan pokok. Padahal, di sekitar mereka mobil mewah berseliweran.

Tidak mampu beli

Meski minyak goreng bersubsidi tersedia cukup banyak dan murah, sebagian warga tetap tak sanggup membeli. Romini (50), warga RT 02 RW 04 Johar Baru, mengatakan, dirinya mendapat jatah dua kupon dari ketua RT setempat. Namun, karena tidak mampu membeli, ia hanya menukarkan satu kupon saja.

”Lumayanlah, satu liter bisa digunakan memasak selama empat sampai lima hari. Jadi, minimal untuk lima hari ke depan saya sekeluarga agak bisa mengirit pengeluaran. Sejak harga bahan pokok naik tinggi, uang belanja Rp 50.000 bisa habis dalam sehari. Padahal, sebelumnya bisa untuk dua hari,” kata Romini, ibu empat anak tersebut.

Suami Romini meninggal beberapa tahun lalu. Ia bekerja sebagai tukang urut panggilan dan terkadang menerima pesanan katering kecil-kecilan dari para tetangganya.

Minyak goreng bersubsidi atau operasi pasar bahan kebutuhan pokok amat diharapkan oleh warga miskin Jakarta, seperti Romini. Femi Fatimah, warga RT 14 RW 03, menambahkan, jika harga-harga dapat ditekan, ia berharap dapat membeli susu formula berkualitas bagi anaknya, Mustofa (2).

Selama ini Femi terpaksa mengganti susu dengan teh manis dan mengurangi susu anaknya menjadi satu gelas per hari demi menekan pengeluaran. Suami Femi, Ismain (28), hanya bekerja sebagai sopir taksi dengan penghasilan harian Rp 30.000 sampai Rp 50.000.
Sumber Kompas

Gudang Rental

(Pusat Sewa komputer, sewa notebook, sewa computer,sewa laptop, sewa proyektor, sewa tv plasma, sewa projector,dll)